Belajar Berbagi dan Berkolaborasi di PembaTIK Level 4 Tahun 2022
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Bismillah
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Semesta Alam, Allah Swt. yang telah memberikan nikmat yang sangat luar biasa tak terhitung banyaknya, khususnya karena Izin-Nya lah saya bisa bersilaturahmi dengan Sahabat Rumah Belajar Provinsi Jawa Barat tahun 2022 yang sangat luar biasa menginspirasi.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah menyampaikan wahyu-Nya dalam membimbing umat manusia menuju zaman penuh cahaya terang benderang.
Sahabat Rumah Belajar, insya Allah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang serunya Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang diselenggarakan oleh Pusdatin - Kemdikbudristek RI.
Program PembaTIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi & berkolaborasi (4i leveling).
Menjadi seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 074 Ayudia Kota Bandung pada tahun 2017 merupakan pilihan yang tentunya sudah termasuk rencana-Nya yang sangat indah dan luar biasa. Tentunya menjadi seorang guru bukan hanya sekedar title (gelar) untuk dibanggakan tanpa diindahkan dengan semangat tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa, "mencerdaskan kehidupan bangsa". Hal tersebut yang menumbuhkan semangat untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Belajar tidak hanya bergantung pada lamanya duduk di bangku perkuliahan atau lamanya mengabdi di satuan pendidikan, tapi belajar darimana saja dan dari siapa saja, salah satunya dari Program PembaTIK ini yang saya temukan informasinya dari surat edaran Dinas Pendidikan Kota Bandung tentang himbauan untuk mengikuti Program PembaTIK tahun 2021 lalu.
Motivasi awal saya mengikuti program PembaTIK ini adalah keinginan untuk belajar dan mencari referensi yang bisa menambah/ memperkaya wawasan dalam pembelajaran di kelas bersama peserta didik. Dan yang membuat saya semakin bersemangat untuk mengikutinya karena ada kata "TIK", Teknologi, Informasi dan Komunikasi karena saya mempunyai kecenderungan menyukai pemanfaatan teknologi apalagi dalam pembelajaran.
Jujur, ketika baru mengajar saya masih terpaku dengan cara yang sangat klasik dan jadul dalam mengajar di kelas. Hanya menirukan bagaimana saya dulu diajar oleh guru-guru saya selama masih duduk di bangku sekolah. Masuk ke kelas dengan wajah serius, dan dengan tiba-tiba menyuruh peserta didik berdo'a dan langsung membagikan buku paket pembelajaran untuk di baca dan dipahami, kemudian menulis materi dan mengerjakan tugas. Setelah direfleksikan, ternyata saya mengajar hanya sebatas mentransfer ilmu tanpa menciptakan pembelajaran yang bermakna. Setelah dipikir-pikir lucu juga ya ketika saya pertama kali mengajar dengan cara yang sama dengan saya pada zaman dulu bukan sesuai dengan zaman peserta didik sekarang apalagi dengan kodratnya sebagai manusia. Hal tersebutlah yang membawa diri saya untuk meluruskan niat kembali dalam mengajar dan bersiap untuk keluar dari zona nyaman dan mencari zona yang lebih nyaman lagi dan bergabunglah dengan PembaTIK tahun 2022 ini.
Di PembaTIK level 1 ini saya belajar hal-hal baru dan kekinian, pada level ini saya belajar apa itu Ekosistem Digital, perubahan dan perkembangan era Digital 4.0 dan era Society 5.0, pemanfaatan TIK dan Media Sosial dalam pembelajaran. Meski hanya berliterasi, namun rasanya seperti menjelajahi tempat asing yang baru disinggahi. Pemahaman mengenai perubahan dan perkembangan zaman pun perlu kita ketahui sebagai seorang guru karena pembelajaran harus disesuaikan dengan peserta didik kita hari ini yang telah bersentuhan dengan teknologi (digital native) dan level ini lah saya merasa untuk merekomendasikan Program PembaTIK ini kepada rekan-rekan saya di sekolah.
Alhamdulillah, setelah dinyatakan lulus pada level 1, saya lanjut lagi ke level berikutnya, yaitu PembaTIK level 2 - Implementasi TIK. Pada level ini dominan materi yang dipelajari adalah tentang aplikasi-aplikasi TIK pendukung yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Misalnya adalah pemanfataan Portal Rumah Belajar dan salah satu fitur Google Workspace for Education dengan menggunakan akun belajar.id dalam pembelajaran. Sesuai dengan judulnya, Implementasi TIK berarti pada level ini kita akan ditantang untuk mengimplementasikan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Tugas akhir pada level ini kita diharuskan untuk membuat sebuah video praktik baik (best practice) yang kemudian harus diupload pada Platform Merdeka Mengajar. Berikut video praktik baik pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
Alhamdulillah, di level 2 dinyatakan lulus dan berhak untuk lanjut ke level 3. Namanya juga naik level, berarti tugasnya pun naik level sesuai dengan judulnya yaitu Kreasi TIK. Pada level 3 ini kita akan dikenalkan dengan berbagai macam media-media pembelajaran. Awalnya saya mengira media pembelajaran itu cukup dengan video pembelajaran yang kita rekam, kemudian kontennya sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik, ternyata tidak sesederhana itu. Di level 3 ini saya dikenalkan dengan Audio pembelajaran yang bisa berbentuk podcast/ hanya audio saja, kemudian video pembelajaran yang memadukan antara gambar (visual) dan audio, Media Pembelajaran Interaktif yang memadukan semua aspek juga keterlibatan peserta didik dalam penggunaannya, dan Edugame atau permainan edukasi yang dimana peserta didik dapat mengakses sebuah permainan yang didalamnya terdapat konten pembelajaran, serta Augmented Reality (AR). Dari kelima jenis media pembelajaran ini kita dibebaskan untuk membuat salah satu media pembelajaran sebagai tugas akhirnya dan saya memilih untuk membuat video pembelajaran sederhana menggunakan fitur rekam di Canva for Education.
Aplikasi canva ini sangat sederhana dan mudah untuk digunakan, dengan fitur drag and drop membuat desain pembelajaran pun menjadi mudah dan menyenangkan. Berikut saya sisipkan hasil dari video pembelajaran yang saya buat menggunakan Canva.
Di level 4 di PembaTIK sudah mulai menggunakan sistem seleksi, yaitu peserta yang berhak untuk mengikuti Bimtek Daring Level 4 ini akan dipilih 30 peserta terbaik dari setiap Provinsi. Hal yang tidak disangka-sangka adalah saya termasuk 30 peserta di dalamnya. Sebuah kebanggaan terpilih sebagai 30 peserta terbaik, namun sesuai dengan tantangan yang ada di level 4 ini. Tugas pada level ini berbeda dengan level-level lainnya karena pada level ini setiap peserta diharuskan untuk berbagi dan berkolaborasi dengan siapa saja, baik dengan sesama Sahabat Rumah Belajar atau dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, KKG, MGMP, dan Satuan Pendidikan. Sebuah tantangan yang besar apabila dihadapi akan membuahkan hasil yang besar juga resiko yang besarnya. Namun, dibalik itu banyak sekali pelajaran yang bisa dijadikan refleksi untuk perbaikan diri di masa yang akan datang.
Program kolaborasi yang saya lakukan adalah dengan Sahabat Rumah Belajar yang lain, Bu Yessy Tri Novita, Pak Robi Darmawan, dan Pak Firman Kurnialloh serta Kang Dero (Deni Rohendi) sebagai keynote speaker pada Webinar kolaborasi ini. Webinar ini mengangkat tema pemanfataan fitur Rumah Belajar dalam pembelajaran dan Platform Merdeka Mengajar sebagai media berbagi inspirasi dengan bapak/ ibu guru lainnya. Untuk lebih lengkapnya dapat menonton rekamannya melalui video/ link di bawah ini:
Kegiatan Webinar ini dilaksanakan pada hari senin, 31 Oktober 2022 pada pukul 13:00 WIB sampai pukul 15:00 WIB. Materi yang disampaikan pada webinar ini adalah pengenalan fitur-fitur Rumah Belajar, Praktik Baik dalam pemanfaatan Edugame, pembuatan Media Pembelajaran Interaktif sederhana menggunakan Google Slide, dan Pengenalan Platform Merdeka Mengajar sebagai media berbagi. Harapannya pada webinar ini, banyak guru-guru hebat termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru dan menumbuhkan sikap untuk saling berbagi.
Demikian perjalanan saya dalam mengikuti PembaTIK tahun 2022, semoga yang para pembaca termotivasi untuk terus belajar dan berbagi. Semangat.
Banyak para guru dan tenaga kependidikan yang masih awam dengan hadirnya akun pembelajaran yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek RI) yang berdomain belajar.id. Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan apabila dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Bukan hanya sekedar penggunaan pribadi, namun dalam skala organisasi. Bagi bapak/ ibu yang belum mengaktifkan akun belajar.id, ayo segera. Tata cara aktivasinya sangat mudah sekali. Bapak/ ibu dapat melihat tutorial di bawah ini: Sangat mudah bukan? Ayo segera aktivasi dan ajak rekan bapak/ibu guru yang ada di Satuan Pendidikannya!
Komentar
Posting Komentar